{"id":2779,"date":"2021-11-20T07:00:03","date_gmt":"2021-11-20T07:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=2779"},"modified":"2021-11-20T07:05:33","modified_gmt":"2021-11-20T07:05:33","slug":"perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/","title":{"rendered":"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh: Hesti Zahrona Nurul Rohmah, S.H.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Halo Sobat YukLegal! Kalian pasti familiar dengan istilah debitur dan kreditur bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yup! Dalam perjanjian utang piutang, debitur merupakan pihak yang memiliki utang atau pinjaman kepada pihak lain. Sedangkan kreditur merupakan pihak yang memiliki piutang atau memberikan pinjaman kepada orang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, pada pembahasan kali ini kita akan memahami lebih lanjut terkait dengan jenis kreditur dan dampaknya secara yuridis. Adapun dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur preferen, dan kreditur separatis. Klasifikasi tersebut didasarkan pada jenis utang maupun jaminannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Berikut penjelasannya dan simak sampai akhir ya Sobat!<\/span><\/p>\n<p><b>1. Kreditur Konkuren<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kreditur konkuren merupakan kreditur yang memiliki kedudukan sejajar dengan kreditur lainnya. Hal ini diatur dalam Pasal 1132 KUHPerdata yang menyatakan bahwa \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kebendaan debitur menjadi jaminan bersama-sama bagi para krediturnya, hasil penjualan barang-barang itu dibagi menurut perbandingan utang masing-masing kecuali bila di antara para kreditur itu ada alasan-alasan yang sah untuk didahulukan.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan Pasal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">a quo, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">maka berlakulah asas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pari passu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pro rata, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berarti bahwa kreditur konkuren memiliki hak pelunasan tanpa memiliki hak didahulukan dan besarnya piutang dihitung secara proporsional. Maka, dalam proses pemberesan harta kekayaan debitur, kreditur konkuren berada di prioritas terakhir.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga:<\/b> <strong><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/mengenal-likuidator-ujung-tombak-pemberesan-harta-kekayaan-perseroan\/\">Mengenal Likuidator: Ujung Tombak Pemberesan Harta Kekayaan Perseroan.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><b>2. Kreditur Preferen<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kreditur preferen merupakan kreditur yang memiliki hak untuk didahulukan dari pada kreditur lainnya, karena sifat piutangnya oleh undang-undang diberi kedudukan istimewa. Pasal 1134 KUHPerdata menyatakan bahwa \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hak istimewa ialah suatu hak yang oleh undang &#8211; undang diberikan kepada seorang berpiutang sehingga tingkatnya lebih tinggi daripada orang berpiutang lainnya, semata-mata karena sifat piutangnya.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Adapun contoh dari kreditur preferen adalah tagihan pajak yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yang menyatakan bahwa \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Negara mempunyai hak mendahulu untuk utang pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Namun, menurut Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">a quo, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hak negara tersebut terdapat pengecualian yakni terhadap:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya perkara yang hanya disebabkan oleh suatu penghukuman untuk melelang suatu barang bergerak dan\/atau barang tidak bergerak;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkan barang dimaksud; dan\/atau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya perkara, yang hanya disebabkan oleh pelelangan dan penyelesaian suatu warisan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian, terdapat norma baru sejak adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUU-XI\/2013, yang menyatakan bahwa:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPembayaran upah pekerja\/buruh yang terhutang pembayaran upah pekerja\/buruh yang terhutang didahulukan atas semua jenis kreditur termasuk atas tagihan kreditur separatis, tagihan hak negara, kantor lelang, dan badan umum yang dibentuk Pemerintah, sedangkan pembayaran hak-hak pekerja\/buruh lainnya didahulukan atas semua tagihan termasuk tagihan hak negara, kantor lelang, dan badan umum yang dibentuk Pemerintah, kecuali tagihan dari kreditur separatis\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sehingga, berdasarkan Putusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">a quo, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">maka upah pekerja harus didahulukan pembayarannya dibandingkan dengan utang lainnya, termasuk utang pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga:<\/b><strong><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penutupan-perusahaan-sebab-sebab-pembubaran-perseroan-terbatas\/\"> Penutupan Perusahaan: Sebab-Sebab Pembubaran Perseroan Terbatas.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>3. Kreditur Separatis<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kreditur separatis merupakan kreditur pemegang hak jaminan kebendaan, yakni pemegang hak tanggungan, fidusia, gadai, hipotek, dan resi gudang. Kedudukan dari kreditur separatis ini pada dasarnya lebih tinggi dari kreditur preferen, kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan, seperti dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUU-XI\/2013.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal yang serupa juga dinyatakan oleh Sutan Remy Sjahdeni dalam bukunya \u201cSejarah, Asas, dan Teori Hukum Kepailitan\u201d, bahwa kreditur pemegang hak jaminan harus terlebih dahulu memperoleh pelunasan piutang dibandingkan dengan kreditur preferen (pemegang hak istimewa). Adapun dikatakan separatis yang berkonotasi \u201cpemisahan\u201d karena kedudukan kreditur tersebut memang dipisahkan dari kreditur lainnya, dalam arti kreditur dapat menjual sendiri dan mengambil sendiri dari hasil penjualan, yang terpisah dengan harta pemberesan secara umum. Hal ini diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang menyatakan bahwa:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cDengan\u00a0 tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57 dan Pasal 58, setiap Kreditur pemegang gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek, atau hak agunan atas kebendaan lainnya <\/span><\/i><b><i>dapat mengeksekusi haknya seolah-olah tidak terjadi kepailitan<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perlu dipahami juga, bahwa dasar eksekusi jaminan dari kreditur separatis adalah adanya titel eksekutorial, yakni adanya irah-irah \u201cDemi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa\u201d dalam sertifikat agunan, yang mana kedudukannya sama dengan putusan yang berkekuatan hukum tetap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, kini Sobat YukLegal sudah memahami bukan terkait jenis kreditur dalam pemberesan harta kekayaan? Jangan lupa, bagi kalian yang ingin melakukan pembubaran perseroan terbatas, segera hubungi YukLegal dan pakai kode referral HESTI13 untuk mendapatkan harga spesial. Jangan ragu, konsultasikan dengan YukLegal!<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67\/PUU-XI\/2013.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sutan Remy Sjahdeini, <i>Sejarah, Asas, dan Teori Hukum Kepailitan, <\/i>Jakarta: Prenamedia Group, 2016, hlm. 14-15.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sri Redjeki Slamet, \u201cPerlindungan Hukum dan Kedudukan Separatis dalam hal Terjadi Kepailitan Terhadap Debitor\u201d, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lex Jurnalixa, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Volume 13, Nomor 2, 2016, hlm. 109.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Editor: Siti Faridah, S.H.<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Hesti Zahrona Nurul Rohmah, S.H.\u00a0 Halo Sobat YukLegal! Kalian pasti familiar dengan istilah debitur dan kreditur bukan? Yup! Dalam perjanjian utang piutang, debitur merupakan pihak yang memiliki utang atau pinjaman kepada pihak lain. Sedangkan kreditur merupakan pihak yang memiliki piutang atau memberikan pinjaman kepada orang lain.\u00a0 Nah, pada pembahasan kali ini kita akan memahami [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2780,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[283,282,281,280,284,285],"class_list":["post-2779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penutupan-perusahaan","tag-jenis-kreditur-menurut-kuhperdata","tag-kreditur-konkuren","tag-kreditur-preferen","tag-kreditur-separatis","tag-pemberesan-harta-kekayaan","tag-perbedaan-jenis-kreditur-dalam-hukum-perdata"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-20T07:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-20T07:05:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/\",\"name\":\"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-20T07:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-20T07:05:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\"},\"description\":\"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg\",\"width\":1980,\"height\":1320,\"caption\":\"Ini membereskan harta kekayaan? YukLegal solusinya!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\",\"name\":\"Siti Faridah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Siti Faridah\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal","description":"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal","og_description":"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2021-11-20T07:00:03+00:00","article_modified_time":"2021-11-20T07:05:33+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Siti Faridah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Siti Faridah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/","name":"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg","datePublished":"2021-11-20T07:00:03+00:00","dateModified":"2021-11-20T07:05:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09"},"description":"Dalam hukum perdata, kreditur dibagi menjadi kreditur konkuren, kreditur separatis, dan kreditur preferen. Berikut perbedaannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pickawood-gf8e6XvG_3E-unsplash-scaled.jpg","width":1980,"height":1320,"caption":"Ini membereskan harta kekayaan? YukLegal solusinya!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/perbedaan-kreditur-konkuren-kreditur-separatis-dan-kreditur-preferen-dalam-pemberesan-harta-kekayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Kreditur Konkuren, Kreditur Separatis, dan Kreditur Preferen dalam Pemberesan Harta Kekayaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09","name":"Siti Faridah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","caption":"Siti Faridah"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}