{"id":3101,"date":"2021-12-16T13:29:10","date_gmt":"2021-12-16T13:29:10","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=3101"},"modified":"2021-12-16T13:29:10","modified_gmt":"2021-12-16T13:29:10","slug":"pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh: Siti Faridah, S.H.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan untuk sebagian permohonan uji formil atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Mahkamah Konstitusi, 2021.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">The Duhaime Legal Dictionary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mendefinisikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">a draft law before a legislature which contains more than one substantive matter, or several minor matters which have been combined into one bill, ostensibly for the sake of convenience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Senada dengan itu, Fachri Bachmid menyatakan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan suatu konsep produk hukum yang berfungsi untuk mengkonsolidasi berbagai tema, materi, subjek, dan peraturan perundang-undangan pada setiap sektor yang berbeda untuk menjadi satu produk hukum besar dan holistik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin kamu semuanya belakangan sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">familiar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan istilah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Tapi, tahukah kamu bagaimana konsep Undang-Undang Sapu Jagat ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penasaran? Yuk simak ulasannya berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><strong>Sistem Pembentukan Hukum <em>Omnibus<\/em><\/strong><em><strong> Law<\/strong><\/em><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau biasa disebut juga Undang-Undang sapu jagat adalah Undang-Undang yang substansinya merevisi dan\/atau mencabut banyak aturan hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konsep ini berkembang di negara-negara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">common law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan sistem hukum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">anglo saxon <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Inggris dan Kanada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski di negara tersebut konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dikatakan berhasil dalam menyederhanakan peraturan. Namun, lain halnya di Indonesia. Diperlukan penyelarasan peraturan perundang-undangan yang mengakomodir konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam pembentukan produk hukum di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika berkaca dalam konteks negara di Indonesia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang pertama kalinya dibentuk dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dianggap masih belum matang dan memiliki banyak kelemahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang diungkapkan Guru Besar dan Peneliti di Bidang Perikanan dan Kelautan di Universitas Halu Oleo, La Ode M. Aslan, menyatakan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja yang hadir saat ini masih sangat minim peran dari pemerintah maupun partisipasi publik.<\/span><\/p>\n<h3><b>Konsep Undang-Undang Sapu Jagat<\/b><\/h3>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">over regulasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dan tumpang tindih (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">overlapping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).\u00a0<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bila permasalahan tersebut diselesaikan dengan cara biasa, maka akan memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi proses perancangan dan pembentukan peraturan perundang-undangan seringkali menimbulkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">deadlock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau tidak sesuai kepentingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejatinya, konsep ini dapat menjadi solusi untuk menyederhanakan peraturan yang terlalu banyak, seperti yang dialami Indonesia saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara konsep, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> secara konsep memang dianggap lebih efisien baik itu dari segi waktu maupun dari segi pembiayaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan metode pembentukan hukum semacam ini, produk hukum yang dibuat menjadi lebih sederhana karena tidak ada lagi tumpang tindih aturan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat, dengan alasan Mahkamah hendak menghindari ketidakpastian hukum dan dampak lebih besar yang ditimbulkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian, Mahkamah mempertimbangkan harus menyeimbangkan antara syarat pembentukan undang-undang yang harus dipenuhi sebagai syarat formil guna mendapatkan undang-undang yang memenuhi unsur kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Suhartoyo berpendapat memberlakukan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 yang telah dinyatakan inkonstitusional secara bersyarat menimbulkan konsekuensi yuridis keberlakuan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sehingga Mahkamah memberikan kesempatan kepada pembentuk Undang-Undang yang memenuhi cara dan metode yang pasti, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">baku<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> dan standar di dalam membentuk Undang-Undang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Omnibus Law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga harus tunduk dengan keterpenuhan syarat asas-asas pembentukan Undang-Undang yang telah ditentukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konstitusional bersyarat bermakna bahwa suatu ketentuan dinyatakan tetap berlaku selama jangka waktu tertentu hingga tercapainya suatu kondisi baru sebagaimana yang ditetapkan oleh MK dalam putusannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan <strong>inkonstitusional bersyarat<\/strong>, bermakna bahwa suatu ketentuan dinyatakan tidak berlaku sejak putusan tersebut dibacakan hingga kondisi yang diharapkan sudah tercapai, atau akan menjadi konstitusional apabila syarat sebagaimana ditetapkan oleh MK dipenuhi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Permohonan Uji Formil Undang-Undang Cipta Kerja<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di tengah pro kontra Undang-Undang Cipta Kerja, permohonan uji formil yang dilayangkan oleh 6 (enam) pemohon pada Undang-Undang Cipta Kerja bertujuan untuk memastikan bahwa dalam proses pembentukan Undang-Undang tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum pembentukan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karena, seperti yang diketahui, konsep pembentukan hukum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus law <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan konsep yang berlaku di negara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">common law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Selain itu, diperlukan juga perubahan pedoman pembentukan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2011.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Prosedur pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja dianggap bertentangan dengan penyusunan peraturan perundang-undangan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2011.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Sistem Pembentukan Hukum di Indonesia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam putusan MK Nomor 91\/PUU-XVIII\/2020, apabila terjadi perubahan sistematika perubahan pembentukan perundang-undangan seperti menggunakan teknik<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> omnibus law,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> maka wajib tunduk ketentuan pasal 64 ayat (3) Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 yang mengatur mengenai perubahan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan wajib diatur dengan Peraturan presiden (\u201cPerpres\u201d).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Prosedur inilah yang dianggap sebagai sebuah bentuk pelanggaran Undang-Undang Cipta Kerja dalam menggunakan teknik perundang-undangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Omnibus Law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila pemerintah ingin membentuk produk hukum berkonsep \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">omnibus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d dengan tujuan penyederhanaan aturan, maka sebaiknya dilakukan juga perubahan terhadap mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2011.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, dalam pembentukan hukum juga diperlukan ketaatan proses juga tidak tergesa gesa serta melibatkan keterlibatan publik. Sehingga pembentukan hukum yang ingin dicapai mampu memenuhi tujuan hukum sebagaimana memenuhi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah penjelasan singkat mengenai konsep <\/span><b>\u201cPembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia\u201d. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Jika kamu penasaran dengan materi hukum lainnya, kamu bisa mengikuti lebih lanjut perkembangannya melalui Blog kami di <\/span><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/yuklegal.com\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Selain itu, kamu juga bisa mengkonsultasikan permasalahan hukum kamu dengan konsultan terbaik kami hanya di <\/span><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400\">YukLegal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bappenas dalam Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, 2019, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kajian Reformasi Regulasi di Indonesia: Pokok Permasalahan dan Strategi Penanganannya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Jakarta, PSHK, hlm. 54.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Louis Massicotte. 2013. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Omnibus Bills in Theory and Practice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Canadian Parliamentary Review, hlm. 14.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agnes Fitryantica. \u201cHarmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Indonesia melalui Konsep Omnibus Law\u201d.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Jurnal Gema Keadilan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Vol. 6, No. 3, Oktober-November 2019, hlm. 303.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Firman Freaddy Busroh, \u201cKonseptualisasi Omnibus Law dalam Menyelesaikan Permasalahan Regulasi Pertanahan\u201d, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ARENA HUKUM<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Vol. 10, No. 2, Agustus 2017, hlm. 241.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sodikin, \u201cParadigma Undang-Undang dengan Konsep Omnibus Law Berkaitan dengan Norma Hukum yang Berlaku di Indonesia\u201d, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Rechtsvinding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Vol. 09, No. 01, April 2020, hlm. 159.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Humas MKRI. 2021. \u201cMK: Inkonstitusional Bersyarat, UU Cipta Kerja Harus Diperbaiki dalam Jangka Waktu Dua Tahun\u201d. Diakses melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.mkri.id\/index.php?page=web.Berita&amp;id=17816\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.mkri.id\/index.php?page=web.Berita&amp;id=17816<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada tanggal 16 Desember 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mahkamah Konstitusi. 2021. MK: Inkonstitusional Bersyarat, UU Cipta Kerja Harus Diperbaiki dalam Jangka Waktu Dua Tahun. Diakses melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/www.mkri.id\/index.php?page=web.Berita&amp;id=17816&amp;menu=2\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.mkri.id\/index.php?page=web.Berita&amp;id=17816&amp;menu=2<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada tanggal 4 Desember 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">The conversation. 2021. Inkonstitusional bersyarat\u2019: putusan MK atas UU Cipta Kerja memunculkan tafsir ambigu, Diakses melalui laman <\/span><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/inkonstitusional-bersyarat-putusan-mk-atas-uu-cipta-kerja-memunculkan-tafsir-ambigu-172695\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/theconversation.com\/inkonstitusional-bersyarat-putusan-mk-atas-uu-cipta-kerja-memunculkan-tafsir-ambigu-172695<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada tanggal 4 Desember 2021.<\/span><\/p>\n<p><strong>Editor: Siti Faridah, S.H.<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Siti Faridah, S.H. \u201cUntuk pertama kalinya sejak berdiri, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan untuk sebagian permohonan uji formil atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja\u201d &#8211; Mahkamah Konstitusi, 2021. The Duhaime Legal Dictionary mendefinisikan omnibus law sebagai \u201ca draft law before a legislature which contains more than one substantive matter, or several minor [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3102,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[542,541,539,540,543,544,545,499],"class_list":["post-3101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uu-cipta-kerja","tag-inkonstitusional-bersyarat-adalah","tag-konsep-undang-undang-sapu-jagat","tag-pembentukan-hukum-omnibus-law","tag-pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia","tag-permohonan-uji-formil-undang-undang-cipta-kerja","tag-sistem-pembentukan-hukum","tag-sistem-pembentukan-hukum-di-indonesia","tag-uu-cipta-kerja-inkonstitusional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-16T13:29:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/\",\"name\":\"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-16T13:29:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\"},\"description\":\"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg\",\"width\":640,\"height\":426,\"caption\":\"Ingin mendapatkan edukasi hukum yang terpercaya? YukLegal.com Solusinya!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\",\"name\":\"Siti Faridah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Siti Faridah\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal","description":"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal","og_description":"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2021-12-16T13:29:10+00:00","og_image":[{"width":640,"height":426,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Siti Faridah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Siti Faridah","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/","name":"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg","datePublished":"2021-12-16T13:29:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09"},"description":"Konsep omnibus law menawarkan pembenahan permasalahan yang disebabkan karena peraturan yang terlalu banyak dan tumpang tindih (overlapping).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/omnibus-law-cipta-kerja-bawa-harapan-indonesia-maju_m_190597.jpg","width":640,"height":426,"caption":"Ingin mendapatkan edukasi hukum yang terpercaya? YukLegal.com Solusinya!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pembentukan-hukum-omnibus-law-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Omnibus Law: Quo Vadis Pembentukan Hukum Omnibus Law di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09","name":"Siti Faridah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","caption":"Siti Faridah"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}