{"id":3144,"date":"2021-12-23T11:46:24","date_gmt":"2021-12-23T11:46:24","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=3144"},"modified":"2021-12-23T11:47:35","modified_gmt":"2021-12-23T11:47:35","slug":"undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/","title":{"rendered":"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh: Anastasia Retno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hai Sobat YukLegal!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikeluarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91\/PUU-XVII\/2020 (\u201cPutusan MK 91\/2020\u201d) yang menegaskan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja (\u201cUU Cipta Kerja\u201d) dinilai inkonstitusional bersyarat, telah memberikan dampak terhadap publik secara luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Publik terutama para pelaku bisnis mengkhawatirkan adanya Putusan MK 91\/2020 dapat menghambat proses perizinan dan operasional berbagai sektor bisnis, salah satunya sektor kehutanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sektor kehutanan termasuk menjadi substansi yang digaris bawahi dalam pemohon pada Putusan MK 91\/2020. Substansi yang digaris bawahi oleh pemohon dalam sektor kehutanan yaitu penghapusan kriteria minimal kawasan hutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di dalam UU Cipta Kerja, kriteria sebesar 30% kawasan hutan telah dihapuskan di dalam suatu daerah provinsi atau kabupaten\/kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penghapusan ketentuan ini tentu saja menjadi kekhawatiran publik terhadap penurunan fungsi hutan sebagai penyedia jasa lingkungan (iklim lokal, daur hidrologi, keanekaragaman hayati, dan lain sebagainya) di dalam suatu wilayah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut, dikutip dari CNN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengingatkan bahwa perizinan berusaha di sektor kehutanan terus berjalan, hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo serta pejabat politik lainnya bahwa UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat dan tetap berlaku selama masa perbaikan 2 (dua) tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/jenis-putusan-mahkamah-konstitusi\/\"><b>UU Cipta Kerja: Ketahui Jenis Putusan Mahkamah Konstitusi.<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo segara memerintahkan DPR untuk melakukan revisi pada muatan ayat, pasal, dan sebagian Undang-Undang yang diujikan dalam Mahkamah Konstitusi, termasuk pada sektor kehutanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengingat bisnis sektor kehutanan turut memberikan kontribusi dalam perekonomian. Tercatat pada data BPS usaha pertanian, kehutanan dan perikanan pada kuartal kedua tumbuh positif sebesar 12,93%. Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun 2021 sebesar 3,31%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah sobat YukLegal, kira-kira bagaimana proses perizinan berusaha pemanfaatan hutan di sektor kehutanan pasca UU Cipta Kerja?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yuk kita simak selengkapnya di bawah ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejalan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi (PP No. 8\/2021) mengatur sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) adalah perizinan yang diberikan bagi pelaku bisnis untuk memulai usaha Pemanfaatan Hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemanfaatan Hutan itu sendiri merupakan kegiatan memanfaatkan area di hutan, memanfaatkan, memungut, dan memasarkan hasil hutan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestariannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti biasa, pelaku bisnis sektor kehutanan wajib memperoleh Nomor Induk Berusaha terlebih dahulu yang dilakukan melalui lembaga OSS melalui sistem elektronik yang terintegrasi menjadi satu pintu.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-hak-kekayaan-intelektual\/\"><b>Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya Terhadap Hak Kekayaan Intelektual.<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lanjut PP No. 8\/2021 mengatur prosedur persyaratan permohonan PBPH kepada pelaku bisnis sektor kehutanan yang dibagi menjadi dua yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">1. Persyaratan Komitmen<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pembuatan koordinat geografis batas areal yang dimohon<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">penyusunan dokumen lingkungan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pelunasan IPBPH (Iuran Perizinan Berusaha Pengelolaan Hutan)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">2. Persyaratan Teknis.<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">proposal teknis, paling sedikit memuat:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kondisi umum areal biofisik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">kondisi perusahaan yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">tujuan rencana pemanfaatan,organisasi, rencana investasi, cash flow, perlindungan dan pengamanan Hutan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu proposal teknis juga wajib melampirkan dokumen tambahan berupa lampiran dihadapan notaris berisi pernyataan sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pernyataan kesediaan untuk membuka kantor cabang di daerah provinsi dan\/atau kabupaten<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pernyataan perusahaan tidak termasuk dalam pembatasan PBPH sesuai dengan ketentuan yang berlaku\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">areal yang dimohonkan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">pakta integritas yang berisi pernyataan bahwa dokumen yang disampaikan asli dan biaya yang dikeluarkan dalam proses perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah penjelasan singkat mengenai permohonan persyaratan PBPH. Selain persyaratan perizinan diatas, kalian wajib melakukan beberapa langkah lainnya berkaitan dengan perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan hutan sesuai dengan UU Cipta Kerja dan PP No. 8\/2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengetahui lanjut mengenai isu hukum terbaru, keep up to date di <\/span><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400\">YukLegal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> ya! kalian juga bisa mengkonsultasikan masalah hukum kalian dengan mengakses laman <\/span><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400\">YukLegal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan menggunakan kode referensi <\/span><b>RETNO14<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, kalian bisa mendapatkan diskon sesi konsultasi!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi .<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Mahkamah Konstitusi.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (n.d.). Retrieved from Putusan Nomor 91\/PUU-XVIII\/2020.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Lingkungan Hidup &amp; Kehutanan Republik Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2021, 10 4). Retrieved from Sektor Usaha Kehutanan Berperan Penting Tingkatkan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja: https:\/\/www.menlhk.go.id\/site\/single_post\/4460\/sektor-usaha-kehutanan-berperan-penting-tingkatkan-ekonomi-dan-penciptaan-lapangan-kerja<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>www.ugm.ac.id<\/p>\n<p><strong>Editor: Siti Faridah, S.H.<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Anastasia Retno Hai Sobat YukLegal!\u00a0 Dikeluarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91\/PUU-XVII\/2020 (\u201cPutusan MK 91\/2020\u201d) yang menegaskan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja (\u201cUU Cipta Kerja\u201d) dinilai inkonstitusional bersyarat, telah memberikan dampak terhadap publik secara luas.\u00a0 Publik terutama para pelaku bisnis mengkhawatirkan adanya Putusan MK 91\/2020 dapat menghambat proses perizinan dan operasional berbagai sektor bisnis, salah satunya [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3145,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[604,602,605,603,606,607,424],"class_list":["post-3144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uu-cipta-kerja","tag-dampak-pasca-putusan-mk-uu-cipta-kerja","tag-dampak-putusan-mk-terhadap-kehutanan","tag-perizinan-berusaha-pemanfaatan-hutan","tag-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan","tag-persyaratan-komitmen","tag-persyaratan-teknis","tag-undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-23T11:46:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-23T11:47:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"730\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/\",\"name\":\"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-23T11:46:24+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-23T11:47:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\"},\"description\":\"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg\",\"width\":730,\"height\":420,\"caption\":\"Penasaran dengan isu hukum terkini? Perlu konsultasi untuk menyelesaikan masalah hukum? YukLegal-in aja!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\",\"name\":\"Siti Faridah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Siti Faridah\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal","description":"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal","og_description":"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2021-12-23T11:46:24+00:00","article_modified_time":"2021-12-23T11:47:35+00:00","og_image":[{"width":730,"height":420,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Siti Faridah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Siti Faridah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/","name":"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg","datePublished":"2021-12-23T11:46:24+00:00","dateModified":"2021-12-23T11:47:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09"},"description":"Sektor kehutanan dalam hal kriteria minimal kawasan hutan termasuk substansi yang di highlight dalam permohonan JR pada Putusan MK 91\/2020.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/13909-730x420px.jpg","width":730,"height":420,"caption":"Penasaran dengan isu hukum terkini? Perlu konsultasi untuk menyelesaikan masalah hukum? YukLegal-in aja!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/undang-undang-cipta-kerja-inkonstitusional-dampaknya-terhadap-perizinan-berusaha-sektor-kehutanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Undang-Undang Cipta Kerja Inkonstitusional: Dampaknya terhadap Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09","name":"Siti Faridah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","caption":"Siti Faridah"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}