{"id":3693,"date":"2022-05-06T05:46:02","date_gmt":"2022-05-06T05:46:02","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=3693"},"modified":"2022-05-06T05:46:02","modified_gmt":"2022-05-06T05:46:02","slug":"penyebab-berakhirnya-kepailitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/","title":{"rendered":"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh: Fatimatul Uluwiyah, S.H.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keadaan pailit atau bangrut merupakan keadaaan yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari orang perorangan maupun badan hukum (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">legal entity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam ilmu hukum dikenal adagium<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Ubi Societas Ibi Ius<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang berarti dimana ada masyarakat disitu ada hukum, maka sejatinya hukum akan selalu ada, termasuk juga hukum kepailitan yang diberlakukan kepada semua subjek hukum baik itu orang perorangan maupun badan hukum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kepailitan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, hampir setiap subjek hukum yang berkecimpung dalam dunia bisnis akan mengenal keadaan pailit atau bangkrut baik dalam persentase mikro maupun makro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maka akan sangat penting bagi subjek hukum untuk mengetahui seputar hukum kepailitan seperti penyebab, proses, dan penyelesaiannya. Pada pembahasan ini akan dijelaskan penjelasan seputar hukum kepailitan meliputi sebab-sebab berakhirnya kepailitan!<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pailit-yuk-lebih-jauh-pahami-tentang-perusahaan-pailit\/\"><b>Pailit: Yuk Lebih Jauh Pahami tentang Perusahaan Pailit<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<h3><b>Penyebab Berakhirnya Kepailitan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kepailitan sebagai suatu proses yang didalamnya terdapat runtutan-runtutan langkah yang telah diatur undang-undang. Proses yang diatur tersebut dari mulai permohonan putusan sampai dengan adanya putusan pailit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam sebuah permasalahan hukum tentu tidak hanya dianalisis mengenai penyebab awalnya saja, karena sejatinya sesuatu yang memiliki awal pasti akan ada akhirnya. Dalam kepailitan terdapat beberapa penyebab yang melatarbelakangi berakhirnya kepailitan, antara lain:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">1. Akur atau Perdamaian<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kepailitan dapat berakhir apabila kedua pihak dapat selesai apabila terjadi perdamaian di kedua pihak, sebagaimana dalam Hukum Acara Perdata yang bersumber dari HIR (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Herzien Inlandsch Reglement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) yang <\/span><span style=\"font-weight: 400\">menyatakan bahwa dalam menyelesaikan perkara hakim wajib mengusahakan perdamaian terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tetapi hal tersebut tidak dilaksanakan oleh Hakim, mengingat pada proses ini memang tidak dimungkinkan karena perdamaian atau yang lebih dikenal dengan mediasi pada hukum acara perdata minimal dilakukan selama 40 hari dan dapat diperpanjang selama 14 hari, sedangkan hakim harus memberikan putusan kepailitan maksimal 60 hari.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400\">Pasal 144 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menyebutkan bahwa debitur pailit berhak untuk menawarkan perdamaian pada semua kreditur.\u00a0<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rencana perdamaian tersebut diterima apabila disetujui oleh \u00bd jumlah kreditur yang hadir dalam rapat minimal dihadiri oleh 2\/3 jumlah kreditur konkuren yang ada, sebagaimana disebutkan pada Pasal 144 &#8211; 163 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pasal 166 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 menyebutkan kepailitan dapat berakhir apabila pengesahan perdamaian telah memperoleh kekuatan pasti, apabila rencana perdamaian yang ditawarkan tersebut ditolak atau tidak dapat diterima, maka debitur pailit tidak dapat menawarkan perdamaian lagi.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">2. Insolvensi<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Insolvensi terjadi bilamana dalam suatu kepailitan tidak ditawarkan perdamaian, atau dapat pula ditawarkan perdamaian, namun tidak terjadi kesepakatan karena tidak terpenuhinya perdamaian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan adanya insolvensi, Kurator dapat mengambil tindakan yang menyangkut pemberesan harta pailit,yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan pelelangan atas seluruh harta pailit dan melakukan penagihan terhadap piutang-piutang debitor Pailit yang mungkin ada di tangan pihak ketiga, di mana penjualan terhadap harta pailit itu dapat saja dilakukan di bawah tangan sepanjang mendapat persetujuan dari Hakim Pengawas;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melanjutkan pengelolaan perusahaan debitor Pailit apabila dipandang menguntungkan, namun pengelolaan itu harus mendapat persetujuan Hakim Pengawas;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membuat daftar pembagian yang berisi: jumlah uang yang diterima dan dikeluarkan selama kepailitan, nama-nama kreditor dan jumlah tagihan yang disahkan, pembayaran yang akan dilakukan terhadap tagihan tersebut;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan pembagian atas seluruh harta pailit yang telah dilelang atau diuangkan itu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila insolvensi sudah selesai dan para kreditor sudah menerima piutangnya sesuai dengan yang disetujui, kepailitan itu dinyatakan berakhir.Namun, pada saat berakhirnya pembagian ternyata masih terdapat harta kekayaan debitor, maka atas perintah Pengadilan Niaga, kurator akan membereskan dan melakukan pembagian atas daftar-daftar bagian yang sudah pernah dibuat dahulu.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">3. Rehabilitasi<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pasal 215 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menentukan bahwa, debitor pailit atau para ahli waris berhak untuk mengajukan permohonan rehabilitasi kepada pengadilan yang semula memeriksa kepailitan yang bersangkutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Permohonan rehabilitasi akan diterima apabila pemohon dapat melampirkan bukti yang menyatakan bahwa para kreditor yang diakui sudah menerima pembayaran piutang seluruhnya. Terhadap putusan pengadilan ini tidak boleh diajukan kasasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Putusan mengenai pengabulan rehabilitasi harus diucapkan dalam sidang terbuka umum dan dicatat dalam register umum yang memuat:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ikhtisar putusan pengadilan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Uraian singkat mengenai isi putusan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rehabilitasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">4. Putusan Pailit Dibatalkan Oleh Tingkat Pengadilan yang Lebih Tinggi<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagaimana telah diatur dalam Pasal 196 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang bahwa Terhadap putusan pengadilan, kurator atau setiap kreditur dapat mengajukan permohonan kasasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain dapat diajukan upaya hukum kasasi, putusan pailit juga dapat diajukan upaya hukum peninjaun kembali. Upaya ini dapat diajukan apabila ada pihak yang belum puas dengan hasil putusan hukum Pengadilan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">5. Pencabutan atas Anjuran Hakim Pengawas<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hakim pengawas bertugas bersama-sama dengan kurator untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam hal pencabutan pailit atas anjuran hakim pengawas, sebagaimana dimaksud pada Pasal 66 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang menyebutkan bahwa pengadilan wajib mendengar pendapat dari hakim pengawas, sebelum mengambil putusan mengenai pengurusan dan pemberesan harta pailit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengadilan Niaga atas anjuran dari Hakim pengawas dapat mencabut kepailitan dengan memperhatikan keadaan harta pailit. Keadaan ini terjadi bila harta pailit tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah semua putusan Hakim Pengadilan dan Hakim Pengawas disetujui oleh semua pihak, berakhirnya kepailitan akan dianggap sah dan seluruh tanggungannya dianggap lunas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dapat disimpulkan menurut penjelasan diatas, bahwa Penyebab Berakhirnya Kepailitan menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang terdapat 5 alternatif, yang pertama perdamaian, apabila perdamaian tidak dapat ditempuh maka insolvensi dapat ditempuh sebagai alternatif dalam pemberesan harta pailit, selain itu dapat melalui rehabilitasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, <\/span><b>Penyebab Berakhirnya Kepailitan <\/b><span style=\"font-weight: 400\">dapat terjadi karena adanya pembatalan Putusan Pailit dari Pengadilan yang lebih Tinggi, kemudian pencabutan status pailit atas anjuran dari Hakim Pengawas.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penutupan-perusahaan-sebab-sebab-pembubaran-perseroan-terbatas\/\"><b>Penutupan Perusahaan: Sebab-Sebab Pembubaran Perseroan<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi anda yang memiliki usaha, mencegah terjadinya pailit merupakan tugas anda, apabila terdapat keluhan seputar permasalahan hukum dalam usaha anda, segera konsultasikan dengan penasehat hukum yang tepat melalui <\/span><a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/kontak\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Kontak &#8211; Yuk Legal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hanif, Rifqani Nur Fauziah. 2021. \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sebab-Sebab Berakhirnya Kepailitan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Artikel DJKN. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses melalui <\/span><a href=\"https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/artikel\/baca\/13930\/Sebab-sebab-Berakhirnya-Kepailitan.html#:~:text=Kepailitan%20dapat%20berakhir%20dengan%20cara,telah%20menerima%20pembayaran%20utang%20seluruhnya.\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/artikel\/baca\/13930\/Sebab-sebab-Berakhirnya-Kepailitan.html#:~:text=Kepailitan%20dapat%20berakhir%20dengan%20cara,telah%20menerima%20pembayaran%20utang%20seluruhnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada 25 Maret 2022.<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>unsplash.com<\/p>\n<p><strong>Editor: Siti Faridah, S.H.<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Fatimatul Uluwiyah, S.H. Keadaan pailit atau bangrut merupakan keadaaan yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari orang perorangan maupun badan hukum (legal entity).\u00a0 Dalam ilmu hukum dikenal adagium Ubi Societas Ibi Ius, yang berarti dimana ada masyarakat disitu ada hukum, maka sejatinya hukum akan selalu ada, termasuk juga hukum kepailitan yang diberlakukan kepada [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3694,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[1378],"class_list":["post-3693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penutupan-perusahaan","tag-penyebab-berakhirnya-kepailitan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-06T05:46:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1980\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1486\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Siti Faridah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/\",\"name\":\"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-06T05:46:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\"},\"description\":\"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg\",\"width\":1980,\"height\":1486,\"caption\":\"Penyebab Berakhirnya Kepailitan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09\",\"name\":\"Siti Faridah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Siti Faridah\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal","description":"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal","og_description":"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2022-05-06T05:46:02+00:00","og_image":[{"width":1980,"height":1486,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Siti Faridah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Siti Faridah","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/","name":"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan! - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg","datePublished":"2022-05-06T05:46:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09"},"description":"Penyebab Berakhirnya Kepailitan yaitu, Akur atau Perdamaian, Insolvensi, Rehabilitasi, Dibatalkan oleh Pengadilan, dan Pencabutan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/the-blowup-vCV7Bq5hOq8-unsplash-scaled.jpg","width":1980,"height":1486,"caption":"Penyebab Berakhirnya Kepailitan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/penyebab-berakhirnya-kepailitan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yuk Kenali Penyebab Berakhirnya Kepailitan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/f0eec04d980a6428725dc4f504509c09","name":"Siti Faridah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/57f51264c94de8b099b233fd4b2832086130d6f6fab8d6345855ed9f11f27bac?s=96&d=mm&r=g","caption":"Siti Faridah"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/sitifaridah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}