{"id":5097,"date":"2023-01-10T05:37:11","date_gmt":"2023-01-10T05:37:11","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=5097"},"modified":"2023-01-10T12:27:45","modified_gmt":"2023-01-10T12:27:45","slug":"pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/","title":{"rendered":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh : Anisa Fernanda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan harus selalu bersemangat ya sobat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flashback<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yuk! Mungkin dari kita masih ada yang ingat dengan kejadian di tahun 2009 yang dialami oleh nenek Minah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan hukuman penjara dengan masa percobaan 3 bulan dan biaya perkara atas perbuatannya mencuri 3 buah Kakao.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukuman yang dikenakan memang sudah sesuai rumusan peraturan perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun apakah sudah sesuai dengan ideologi bangsa? Mengingat keadilan merupakan hak setiap warga negara termasuk pelaku kejahatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan masyarakat mendorong pembaharuan Hukum kearah yang lebih mengedepankan keadilan bagi seluruh pihak (korban, pelaku, dan masyarakat).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengesahan RKUHP pada tanggal 6 Desember 2022 menjadi tonggak sejarah dalam hukum di Indonesia yang telah lama menggunakan hukum warisan peninggalan kolonial Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu pembaharuannya adalah adanya konsep pemaafan hakim (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rechterlijke pardon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang menjadi jawaban atas permasalahan hukum seperti pada kasus Minah yang sebenarnya bisa diselesaikan tanpa pengenaan sanksi pidana sepanjang memenuhi ketentuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana pengaturannya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar tidak menerka-nerka lagi. Yuk simak pembahasannya!<\/span><\/p>\n<h5><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/2022\/12\/26\/restorative-justice-dalam-menyelesaikan-tindak-pidana-ringan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Restorative Justice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam Menyelesaikan Tindak Pidana Ringan<\/span><\/a><\/h5>\n<h4><b>Pengertian Pemaafan Hakim (<\/b><b><i>Rechterlijke Pardon<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemaafan Hakim (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rechterlijke Pardon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan kepada pelaku tindak pidana meskipun telah terbukti bersalah dengan syarat-syarat tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Syarat Pemberian<\/b> <b>Pemaafan Hakim (<\/b><b><i>Rechterlijke Pardon<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 54 ayat (2) KUHP baru menyebutkan bahwasanya yang menjadi dasar pertimbangan untuk tidak dijatuhkannya pidana adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ringannya perbuatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan pribadi pelaku<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan pada waktu dilakukan tindak pidana<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga seseorang yang melakukan tindak pidana dan telah memenuhi persyaratan tersebut mempunyai kesempatan untuk memperoleh penghapusan pidana yang semestinya dijalankan.<\/span><\/p>\n<h5><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/2022\/12\/20\/hukum-waris-menurut-kompilasi-hukum-islam\/\"><b>Hukum Waris menurut Kompilasi Hukum Islam<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/h5>\n<h4><b>Asas-asas Pemberian<\/b> <b>Pemaafan Hakim (<\/b><b><i>Rechterlijke Pardon<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Barda Nawawi Arief asas \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rechterlijk<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pardon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d mengandung pokok pikiran sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah absolutisme pemidanaan dengan menyediakan &#8220;klep atau katup pengaman&#8221;\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk koreksi judisial terhadap asas legalitas\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Implementasi atau integrasi dari nilai &#8220;hikmah kebijaksanaan&#8221; dalam Pancasila<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Implementasi &#8220;tujuan pemidanaan&#8221; dalam syarat pemidanaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam memberikan maaf \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rechterlijk<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pardon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d harus diimbangi dengan asas \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">culpa in causa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; atau asas &#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">actio Iibera in causa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asas tersebut memberi kewenangan kepada hakim untuk tetap mempertanggung-jawabkan tindak pidana si pelaku patut dipersalahkan (dicela) walaupun ada alasan penghapus pidana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kewenangan hakim untuk memaafkan (tidak memidana) diimbangi dengan kewenangan untuk tetap memidana sekalipun ada alasan penghapus pidana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selaras dengan bunyi pasal 56 KUHP, dimana seseorang yang telah sengaja menyebabkan keadaan yang dapat menjadi alasan peniadaan pidana maka harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Perbandingan Pengaturan Pemberian<\/b> <b>Pemaafan Hakim (<\/b><b><i>Rechterlijke Pardon<\/i><\/b><b>) di Negara Lain<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1. Negara Portugal<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Negara Portugal terdapat perlakuan pemaafan apabila memenuhi beberapa persyaratan, yakni :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Delik yang diancam pidana penjara selama maksimum 6 bulan atau denda tidak lebih dari 120 denda harian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat melawan hukumnya perbuatan dan kesalahan si pelaku sangat kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusakan\/kerugian telah diperbaiki, apabila ganti rugi belum dilaksanakan maka ditunda selama 1 tahun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan pencegahan tidak menghalangi dispensasi pidana ini<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. Negara Belanda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat diperolehnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rechterlijk<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pardon <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Negara Belanda yakni apabila pidana yang dilakukan pelaku tergolong ringan, pelaku bersikap sopan di pengadilan, dan suatu delik yang dilakukan ada unsur kekhilafan pada keadaan-keadaan tertentu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3. Negara Perancis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara ini memiliki Lembaga Pemaafan Hakim dibawah naungan Lembaga Yudisial.<\/span><\/p>\n<h5><b>Baca juga:<\/b> <a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/2022\/12\/19\/waris-menurut-hukum-perdata\/\"><b>Waris menurut Hukum Perdata<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejatinya Indonesia telah berupaya melakukan pembaharuan hukum yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa. Pengesahan RKUHP menjadi wujud nyata dalam menyeimbangan kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak (korban, pelaku, masyarakat).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep pemaafan hakim (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rechterlijk<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pardon) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang termuat dalam pengaturan KUHP baru<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pada dasarnya telah diterapkan di beberapa Negara seperti Portugal, Belanda, dan Prancis. Sedangkan di Indonesia untuk memperoleh pemaafan hakim harus memenuhi beberapa persyaratan dan pengenaannya harus mempertimbangkan beberapa asas. Dengan adanya konsep ini memungkinkan seseorang yang seharusnya dikenakan sanksi pidana terbebas dari tanggung jawabnya sepanjang memenuhi persyaratan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian pembahasan terkait \u201c<\/span><b>Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?\u201d. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi Sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0ya!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a> ingin bertanya seputar konsep pemaafan hakim atau berkonsultasi hukum bisa segera menghubungi kami di <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk jangan lupa baca juga artikel menarik lainnya hanya di <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/a><\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marisi Hasibuan, Sahat, Kebijakan Formulasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rechterlijke Pardon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam Pembaharuan Hukum Pidana, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jurnal Hukum Progresif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 9(2), 111-122<\/span><\/p>\n<p>Sumber Gambar:<\/p>\n<p>Editor: Bambang Sukoco, S.H<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Anisa Fernanda Halo sobat YukLegal? Bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan harus selalu bersemangat ya sobat. Sedikit flashback yuk! Mungkin dari kita masih ada yang ingat dengan kejadian di tahun 2009 yang dialami oleh nenek Minah.\u00a0 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan hukuman penjara dengan masa percobaan 3 bulan dan biaya perkara atas perbuatannya [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":10,"featured_media":5098,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[2226,2227,2228,2229,2230,2231],"class_list":["post-5097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-law-article","tag-asas-asas-hukum-pidana","tag-hukum-pidana","tag-pemaafan-hakum","tag-perbandingan-pengaturan-pemaafan-hakim","tag-syarat-pemberian-pemaafan-hakim","tag-tindak-pidana"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-10T05:37:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-10T12:27:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"453\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"340\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"bambang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"bambang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/\",\"name\":\"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-10T05:37:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T12:27:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a\"},\"description\":\"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg\",\"width\":453,\"height\":340,\"caption\":\"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a\",\"name\":\"bambang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"bambang\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/bambang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal","description":"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal","og_description":"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2023-01-10T05:37:11+00:00","article_modified_time":"2023-01-10T12:27:45+00:00","og_image":[{"width":453,"height":340,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"bambang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"bambang","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/","name":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa? - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg","datePublished":"2023-01-10T05:37:11+00:00","dateModified":"2023-01-10T12:27:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a"},"description":"Pemaafan Hakim merupakan suatu konsep yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk memberikan pemanfaatan atau pengampunan terhadap pelaku","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/jail-2572467__340.jpg","width":453,"height":340,"caption":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/pelaku-tindak-pidana-tidak-dikenakan-sanksi-pidana-kok-bisa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pelaku Tindak Pidana Tidak Dikenakan Sanksi Pidana: Kok Bisa?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a","name":"bambang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g","caption":"bambang"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/bambang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5097"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5118,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5097\/revisions\/5118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}