{"id":5108,"date":"2023-01-10T07:30:36","date_gmt":"2023-01-10T07:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/yuklegal.com\/?p=5108"},"modified":"2023-01-10T12:24:48","modified_gmt":"2023-01-10T12:24:48","slug":"diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/","title":{"rendered":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Anies Mahanani, S.H<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo Sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenakalan anak sudah tidak bisa dipandang lagi sebagai kenakalan biasa, anak-anak banyak melakukan perbuatan yang tergolong tindak pidana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun demikian, anak yang melakukan tindak pidana dan perbuatan yang dilarang oleh hukum, harus ditafsirkan sebagai ketidakmampuan akal (pikiran), fisik (badan) atau moral dan mentalitas yang ada pada diri anak yang ditentukan oleh nilai kodrat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana jika Anak melakukan suatu tindak pidana? Untuk lebih jelasnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yukkk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">simak Artikel berikut ini!<\/span><\/p>\n<h4><b>Pengertian Diversi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang dimaksud anak dalam UU ini adalah anak yang berkonflik dengan hukum yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Maka, sistem peradilan pidana anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan restoratif.<\/span><\/p>\n<h5><b>Baca Juga:<\/b> <a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/2022\/12\/26\/restorative-justice-dalam-menyelesaikan-tindak-pidana-ringan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Restorative Justice Dalam Menyelesaikan Tindak Pidana Ringan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara untuk mencapai keadilan tersebut melalui diversi.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, hal ini tertuang dalam Pasal 1 Ayat (6) Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengertian tersebut, regulasi yang dibentuk bermaksud menyelesaikan perkara anak yang berhadapan dengan hukum untuk tidak diselesaikan dengan tahapan pengadilan pada umumnya namun dengan mekanisme lain (diluar pengadilan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dilakukan karena tindakan pidana yang dilakukan oleh anak tidak serta merta mutlak kesalahan pada anak, karena anak dianggap belum cakap untuk melakukan tindakan hukum serta kemampuan anak di dalam bertanggung jawab akan hak dan kewajibannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Tujuan Diversi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan diversi dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari keterlibatan anak dalam proses peradilan pidana. Tujuan dari Diversi itu sendiri diatur pada Pasal 6 Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang bertujuan untuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencapai perdamaian antara korban dan anak;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h5><b>Baca Juga:<\/b> <a href=\"https:\/\/selaraslawfirm.com\/2022\/12\/29\/kekuatan-hukum-perjanjian-nominee\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuatan Hukum Perjanjian Nominee<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/h5>\n<h4><b>Pengaturan Perlindungan Hukum terhadap Anak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlindungan terhadap hak anak oleh dunia internasional tertuang dalam:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1959 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">UN General Assembly Declaration on the Rights of the Child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1966 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Covenant on Civil and Rights of the Child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1966 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Covenant on Economic, Social &amp; Cultural Right<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1989 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">UN Convention on the Rights of the Child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konvensi Hak-Hak Anak adalah instrumen hukum dan HAM yang paling komprehensif untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak anak. Indonesia adalah salah satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) pada Tahun 1990 yang telah disetujui oleh Majelis Umum PBB pada 20 November 1989.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Convention on the Rights of the Child<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang diratifikasi oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 37 Tahun 1990, kemudian dituangkan dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaturan tersebut kesemuanya mengemukakan prinsip-prinsip umum perlindungan anak, yaitu non-diskriminasi kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup yang menghargai dan tumbuh berkembang. Hadirnya perangkat peraturan tersebut telah merumuskan perlindungan terhadap hak-hak anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hak-hak anak yang dimaksud yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hak hidup, hak atas nama, hak pendidikan, hak kesehatan dasar, hak untuk beribadah menurut agamanya, hak berekspresi, berpikir, bermain, berkreasi, beristirahat, bergaul dan hak jaminan sosial.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pelaksanaan Diversi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Pasal 2 Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2014 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dijelaskan bahwa diversi diberlakukan terhadap anak yang telah berumur 12 (tahun) tetapi belum berumur 18 (tahun) atau telah berumur 12 (tahun) meskipun pernah kawin tetapi belum berumur 18 (tahun).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diversi dilakukan dengan peradilan berbasis musyawarah untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">restitutio in integrum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan bukan pembalasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2014 diatur musyawarah diversi adalah musyawarah antara pihak yang melibatkan anak dan orang tua\/wali, korban dan\/atau orang tua\/wali, pembimbing kemasyarakatan, pekerja sosial profesional, perwakilan dan pihak-pihak yang terlibat lainnya untuk mencapai kesepakatan melalui pendekatan keadilan restoratif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitator dalam proses diversi tersebut adalah hakim yang ditunjuk oleh ketua Pengadilan untuk menangani perkara anak yang bersangkutan. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diversi dapat dilaksanakan jika tindak pidana yang dilakukan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Diancam dengan pidana penjara di bawah tujuh tahun,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan merupakan pengulangan tindak pidana.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya suatu sistem diversi diharapkan menjadikan suatu pembaharuan hukum dalam hal perkara anak. Pemidanaan yang dilakukan oleh anak terutama untuk kejahatan-kejahatan yang tidak termasuk kejahatan serius dapat dilakukan upaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">win-win solution<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni dengan cara mekanisme diversi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Bentuk Hasil Diversi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil kesepakatan dalam proses diversi diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perdamaian dengan atau tanpa ganti kerugian;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerahan kembali kepada orang tua\/wali;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keikutsertaan dalam penyidikan atau pelatihan di lembaga pendidikan atau pelatihan di lembaga pendidikan atau LPKS paling lama 3 (tiga) bulan; atau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan masyarakat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Pasal 13 Huruf b Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak diatur dalam hal kesepakatan diversi tidak dilaksanakan maka proses peradilan pidana Anak.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nahhh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, gimana sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a>, sudah paham kan dengan proses\u00a0 Diversi? Untuk mengetahui penyelesaian hukum lainnya, sobat <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a> bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> langsung menghubungi tim <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0untuk berkonsultasi! <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yuk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baca artikel lain di <a href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/\">YukLegal<\/a>!<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2014 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Azwad Rachmat Hambali<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">2019<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, \u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan Diversi terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana\u201d Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, Vol. 13, No. 1, dapat diakses pada<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><a href=\"https:\/\/ejournal.balitbangham.go.id\/index.php\/kebijakan\/article\/view\/568\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/ejournal.balitbangham.go.id\/index.php\/kebijakan\/article\/view\/568<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Issha Harruma, 2022, &#8220;Diversi dalam Peradilan Pidana Anak: Pengertian, Syarat dan Tujuannya&#8221;, diakses pada: <\/span><a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2022\/05\/25\/01450081\/diversi-dalam-peradilan-pidana-anak-pengertian-syarat-dan-tujuannya\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2022\/05\/25\/01450081\/diversi-dalam-peradilan-pidana-anak-pengertian-syarat-dan-tujuannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>Sumber Gambar:<\/p>\n<p>pixabay.com.<\/p>\n<p>Editor: Bambang Sukoco, S.H.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Anies Mahanani, S.H Halo Sobat YukLegal! Kenakalan anak sudah tidak bisa dipandang lagi sebagai kenakalan biasa, anak-anak banyak melakukan perbuatan yang tergolong tindak pidana. Namun demikian, anak yang melakukan tindak pidana dan perbuatan yang dilarang oleh hukum, harus ditafsirkan sebagai ketidakmampuan akal (pikiran), fisik (badan) atau moral dan mentalitas yang ada pada diri anak [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":10,"featured_media":5112,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[2236,2235,2239,2238,2237],"class_list":["post-5108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-law-article","tag-bentuk-hasil-diversi","tag-diversi","tag-pelaksanaan-diversi","tag-pengaturan-perlindungan-hukum-terhadap-anak","tag-tujuan-diversi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yuk Legal\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-10T07:30:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-10T12:24:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"453\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"340\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"bambang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"bambang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/\",\"name\":\"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-10T07:30:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T12:24:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a\"},\"description\":\"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg\",\"width\":453,\"height\":340,\"caption\":\"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/\",\"name\":\"Yuk Legal\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a\",\"name\":\"bambang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"bambang\"},\"url\":\"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/bambang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal","description":"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal","og_description":"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana","og_url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/","og_site_name":"Yuk Legal","article_published_time":"2023-01-10T07:30:36+00:00","article_modified_time":"2023-01-10T12:24:48+00:00","og_image":[{"width":453,"height":340,"url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"bambang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"bambang","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/","url":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/","name":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak - Yuk Legal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg","datePublished":"2023-01-10T07:30:36+00:00","dateModified":"2023-01-10T12:24:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a"},"description":"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg","contentUrl":"https:\/\/yuklegal.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/hammer-620011__340.jpg","width":453,"height":340,"caption":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/diversi-dalam-sistem-peradilan-pidana-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yuklegal.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#website","url":"https:\/\/yuklegal.com\/","name":"Yuk Legal","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yuklegal.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/aec3a3a4d338a4eee8f61f43861a052a","name":"bambang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yuklegal.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/657948ec60df8e61ee6048f4d83f89eede98d0d5fc9338f9b8ead9d9b1ddcca8?s=96&d=mm&r=g","caption":"bambang"},"url":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/author\/bambang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5108"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5115,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5108\/revisions\/5115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yuklegal.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}